Riwayat Dokter yang Diduga Membunuh Jacko

Agustus 29, 2009 pukul 3:46 am | Ditulis dalam Berita Terkini | Tinggalkan komentar
Tag:
Michael Jackson Junior

Michael Jackson Junior

Misteri kematian Michael Jackson terungkap. Cardiac arrest atau detak jantung berhenti mendadak yang dialami Jacko pada 26 Juni 2009 lalu diduga akibat overdosis sejumlah obat penenang.

Adalah Dokter Conrad Murray yang diduga bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Melalui tangan Murray, sejumlah obat penenang tak henti disuntikkan ke tubuh Jacko dalam sembilan jam terakhir menjelang kematiannya.

Seperti dikutip dari laman Associated Press, Sabtu 29 Agustus, Murray merupakan dokter pribadi Jacko yang dipekerjakan promotor konser Jacko, AEG Live selama enam bulan terakhir.

Ia ditugaskan menjaga stamina Jacko menjelang konser terakhir Jacko ‘This Is It’ di London. Murray ditugasi merawat Jacko selama 24 jam nonstop, termasuk merawat sakit insomnia akut yang diderita Jacko.

Murray dan Jacko saling mengenal di Las Vegas, tempat Jacko menyepi setelah terbebas dari kasus tuduhan pelecehan seksual pada 2005. Di sana, dokter berdarah Karibia itu membuka klinik.

Selama merawat Jacko, Murray mendapat bayaran US$ 150 ribu per bulan. Nilai yang cukup fantastis bagi Murray yang tengah terlilit utang atas rumah mewah yang dibelinya pada tahun ini.

Berdasarkan dokumen pengadilan, Murray harus melunasi utang sekitar US$ 680 ribu atas sejumlah kasus hukum yang melilitnya. Tak hanya masalah pembelian rumah mewah, namun juga kasus praktik medis, pelanggaran pinjaman mahasiswa, tunjangan anak, dan kartu kredit.

Kepada penyidik kepolisian, Murray mengaku menyuntikkan sejumlah obat penenang secara intensif demi menidurkan Jacko. Namun, yang paling fatal adalah suntikan propofol. Sekitar 10 menit setelah disuntik propofol, detak jantung Jacko berhenti.

Sekitar pukul 10.40 siang pada 25 Juni lalu, Murray menyuntikkan 25 miligram propofol ke tubuh Jacko. Ia mengaku terpaksa memenuhi permintaan Jacko lantaran sejumlah obat penenang yang disuntikkannya sejak dini hari tak mampu membuat Jacko tertidur.

Usai mendapat suntikan propofol, Jacko pun tertidur. Setelah sekitar 10 menit memastikan Jacko tidur dengan tenang, Murray kemudian pergi ke toilet. Tak sampai dua menit, Murray kembali ke kamar Jacko. Namun, saat itu Jacko tak lagi bernafas. Detak jantungnya terhenti. Murray pun segera melakukan bantuan pernafasan atau CPR.

Sekitar pukul 11.18, Murray pun akhirnya meminta bantuan pengawal pribadi Jacko untuk menghubungi 911. Sementara Murray terus melakukan CPR hingga paramedis akhirnya datang dan membawa Jacko ke UCLA Medical Center. Di rumah sakit, Jacko dinyatakan meninggal dunia.

Propofol merupakan obat yang biasa digunakan untuk membius pasien sebelum dilakukan pembedahan atau operasi. Jika dikombinasikan dengan obat penenang lainnya, propofol dapat menghentikan kerja jantung seseorang.

Propofol merupakan obat keras dan hanya diperbolehkan dibeli oleh pekerja medis. Jika dokter yang menangani Jacko memberikan obat tersebut sebagai obat sehari-hari, maka sang dokter dipastikan akan didakwa atas pembunuhan yang tidak disengaja.

Tinggalkan sebuah Komentar »

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Buat situs web atau blog gratis di WordPress.com.
Entries dan komentar feeds.

%d blogger menyukai ini: